Sabtu, Agustus 18, 2018

 

Sektor Pertanian dan Perkebunan

  • Posted on:  Senin, 28 Desember 2015 14:31
  • Written by 
Rate this item
(2 votes)

Pertanian merupakan sector yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Para petani telah mengalami evolusi pertanian dalam kontoks pertanian modern yang bekerja secara terencana, terukur dan berhasil guna.

Ada 13 Investor PMDN maupun PMA dibidang ini yang telah meraih sukses bersama Pemerintah Kabupaten Malang. Tak sedikit pula kerjasama antara investor untuk berkembang menjadi kerjasama kemitraan dengan petani yang pada gilirannya tidak hanya memiliki nilai ekonomis, tetpi terjalinan sebuah hubungan sosial dalam konteks hubungan saling menguntungkan dan industri yang ramah lingkungan.

PADI

Padi sebagai sumber bahan pangan menjadi salah satu komoditas pertanian utama yang memiliki jumlah produksi 450.685 ton setiap tahunnya. Singosari merupakan kawasan penghasil padi terbesar dengan jumlah produksi 44,130 ton pertahunnya. Disusul Dmpit dengan jumlah produksi sebesar 40 ribu ton.

JAGUNG

Total hasil budidaya Jagung pada luasan lahan 12.334 hektar mencapai 80.821 ton dengan daerah penghasil terbesar di kawasan Wajak, Turen dan Singosari. Ketiga kecamatan itu menghasilkan jagung sebesar 25.598 ton atau 31 persen dari seluruh hasil panen di Kabupten Malang setiap tahunnya. Hingga tahun 2015 masih terbuka peluang untuk investasi, mengingat PT Dupont Indonesia masih menjadi satu-satunya investor besar di bidang ini.

KOPI

Tanaman kopi juga merupakan tanaman yang menjadi andalan untuk mengisi pasar ekspor. Luasan lahannya mencapai 13.366,15 hektar dengan produksi pertahunnya mencapai 8.593 ton. Potensi ini masih berpeluang untuk dikembangkan baik secara intensifikasi maupun ekstensifikasi, mengingat permintaan kopi dunia terus meningkat.

Respon para investor terhadap tingginya permintaan pasar ini di tunjukkan dengan makin meningkaynya kinerja ekspor kopi. Pada tahun 2012 nilai ekspor kopi meningkatkan menjadi 27 jutab kilogram lebih dengan nilai 53 juta dollar lebih. Padahal, sebelumnya ekspor kopi pada tahun 201 membukukan ekspor sebesar 26,9 juta kilogram dengan nilai 51 juta dollar lebih.

Kopi andalan Kabupaten Malang masih menunggu sentuhan investor di jadikan produk unggulan yang siap bersaing di kancah internasional.

KAKAO

Kakao merupakan komoditas menjanjikan yang di hasilkan sector perkebunan yang luasnya mencapai 2.505 hektar dengan tingkat produktifitas setara 801 kg per hektar per thun. Sehingga dapat kita liat bahwa produktifitas total dari seluruh lahan itu mencapai 2.006.505 kilogram pertahunnya. Nilai ekspor kakao pada tahun 2011 mencapai 4 juta dollar lebih dengan volume 1,6 juta kilogram lebih dan meningkat menjadi 6 juta dollar lebih pada tahun 2012 dengan volume 1,9 juta kilogram lebih.

SAYUR

Sayur mayor juga merupakan zona bisnis yang menjanjikan. Produk utama sayuran seprti bawang merah, kubis, kembang kol, cabe, sawi merupakian komoditas dengan produksi mulai 20 ribu ton hingga 80 ribu ton lebih per tri wulan dengan dua kali panen setahunnya.

 

Ada beberapa investor yang menanamkan modalnnya: PT. Agro Mitra Alimentere, PT. Bisi Farm, Pujon, PT. Bisi International, Tbk, PT. Java Pepper Industries.

TEBU

Bisnis lain yang tak kalah menarik adalah industry gula, produksi tebu di Kabupaten Malang terdapat dua produsen gulka yang menyerap tebu rakyat sebesar 39.104 ton yakni PG Kebon Agung dan PG Krebet. Sehingga masuh ada 3.317 ton yang di pasarkan di luar Kabupaten Malang.

 

Read 4619 times Last modified on Minggu, 26 November 2017 19:43

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Penghargaan