Rencana Strategis (RENSTRA) 2011-2015

 

PENDAHULUAN
 
Berdasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 34 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang maka dibentuk Kantor Penanaman Modal sebagai lembaga teknis daerah yang mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bidang penanaman modal. Rencana Strategis (Renstra) Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang Tahun 2011–2015  merupakan dokumen perencanaan strategis yang disusun dan dirumuskan setiap lima tahun (perencanaan jangka menengah). Perencanaan strategis ini menggambarkan visi, misi, tujuan, sasaran, cara pencapaian tujuan sasaran yang meliputi kebijakan, program dan kegiatan yang realistis dengan mengantisipasi perkembangan masa mendatang.
 
Perencanaan strategis menentukan diarahkan kemana suatu organisasi untuk tahun kedepan atau tahun-tahun berikutnya, bagaimana cara  mengarahkannya dan bagaimana mengevaluasi keberhasilan dan ketidakberhasilannya.  Adapun cakupan perencanaan strategis meliputi visi, misi, tujuan, sasaran, dan target.  Secara umum Rencana Strategis Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang merupakan salah satu perangkat dasar pengukuran kinerja atas pelayanan yang diberikan pada masyarakat di bidang perizinan dan non perizinan penanaman modal bagi Perusahaan Modal Asing (PMA)/ Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN).
 
Salah satu upaya yang ditempuh dalam melaksanakan tugas adalah melalui suatu sistem perencanaan yang terpadu dan bersifat kontinyu, yang lazim disebut dengan Perencanaan Stratejik/Strategis.  Perencanaan Strategis merupakan proses sistematis dan berkelanjutan dari pembuatan keputusan beresiko dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan antisipatif, mengorganisasi secara sistematis dari usaha-usaha melaksanakan keputusan tersebut dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang terorganisasi dan sistematis.
 
Perencanaan Strategis harus menggambarkan bagaimana setiap isu strategis akan direncanakan, sehingga mencakup sejumlah langkah atau taktik yang dirancang untuk mencapai setiap strategi yang dicanangkan, termasuk pertanggungjawaban dari suatu kegiatan.  Perencanaan Strategis juga merupakan komitmen organisasi secara keseluruhan terhadap sekelompok nilai-nilai, filosofi-filosofi operasional dan prioritas-prioritas, yang merupakan kebutuhan nyata untuk mengatasi persoalan yang dihadapi dalam era otonomi daerah ini, dimana serangkaian rencana tindakan dan kegiatan yang mendasar yang dibuat oleh pimpinan puncak dapat diimplementasikan pada seluruh jajaran dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.
 
Dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Kantor Penanaman Modal juga memiliki keterkaitan dengan dokumen Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 dengan menjadikan RPJMD tersebut sebagai acuan dan pedoman dalam upaya mengimplementasikan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Malang terpilih periode 2010-2015. Penyusunan Renstra Kantor Penanaman Modal secara sistematis, memuat tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan prioritas Kantor Penanaman Modal dilengkapi dengan indikator pencapaiannya untuk mendukung pelaksanaan RPJMD Kabupaten Malang.
 
Rencana Strategis Kantor Penanaman Modal Tahun 2011-2015 ini juga berkaitan erat dengan penyusunan Rencana Kerja Kantor Penanaman Modal yang merupakan Dokumen Perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun sebagai penjabaran dari Renstra yang mengacu pada RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah). Rencana Kerja memberikan gambaran tentang program dan kegiatan yang akan dikerjakan oleh Kantor Penanaman Modal dalam 1 (satu) tahun anggaran. Dalam Rencana Kerja terdapat penjelasan tentang tujuan, sasaran peningkatan pelayanan, target pencapaian kinerja serta bagaimana pengorganisasian program dan kegiatan pelayanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang.
 
 
TUJUAN  DAN SASARAN JANGKA MENENGAH
                            
Tujuan organisasi merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi organisasi yang mengandung makna hasil akhir yang akan dicapai dalam jangka waktu 1 (satu)  sampai dengan 5 (lima) tahun.
 
Berdasarkan arahan arti dan makna tujuan organisasi dimaksud, maka Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang dalam rangka mewujudkan misinya, menetapkan tujuan untuk kurun waktu  2011 - 2015 sebagai berikut :
1.   Menciptakan iklim investasi yang lebih menarik dan kondusif;
2.   Menarik investor melalui promosi potensi investasi daerah;
3.   Mendorong UMKM, Koperasi dan pengusaha kecil untuk menjalin kemitraan dengan investor/calon investor;
4.   Memberikan pelayanan informasi dan perijinan dibidang penanaman modal yang bertanggung jawab.
 
Sasaran adalah merupakan penjabaran dari tujuan organisasi, dalam bentuk terakhir dan akan dapat dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu tahunan, semesteran, atau bulanan. Sasaran juga menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan, oleh karena itu sasaran yang ditetapkan diharapkan dapat memberikan fokus pada penyusunan progam dan kegiatan yang bersifat spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat dicapai.
 
Sasaran organisasi yang ditetapkan pada dasarnya merupakan bagian dari proses perencanaan strategis dengan fokus utama berupa tindakan dan alokasi sumber daya organisasi dalam rencana kegiatan atau operasional organisasi yang akan dilaksanakan.
 
Atas dasar arti dan makna penetapan sasaran dimaksud, serta mengacu pada arahan tujuan yang telah ditetapkan, maka sasaran yang akan dicapai atau dihasilkan Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang dalam mengemban misi organiasi untuk kurun waktu 2011-2015 adalah sebagai berikut:
1.   Terwujudnya iklim investasi yang lebih menarik dan berdaya saing;
2.   Tertariknya investor untuk mengembangkan usahanya di wilayah Kabupaten Malang;
3.   Terwujudnya kemitraan antara pengusaha dengan petani, nelayan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi.
4.   Terwujudnya kemudahan mengakses informasi potensi investasi dan perijinan penanaman modal;
 
 
STRATEGI DAN KEBIJAKAN
 
·       STRATEGI
Strategi mencapai tujuan dan sasaran adalah merupakan strategi yang berisi rencana menyeluruh dan terpadu mengenai upaya-upaya yang meliputi penetapan kebijakan, program operasional dan kegiatan atau aktivitas dengan memperhatikan sumber daya organisasi atau keadaan lingkungan yang dihadapi.
 
Strategi yang diakomodir dari pendapat pakar kebijakan publik Prof J. Salusu yaitu dengan menggunakan “Metode Analisis SWOT”. Secara Internal dengan menerapkan pendekatan comparative advantage strategy untuk mengantisipasi kekuatan (strength) dihadapkan pada kelemahan (weeknesess) dengan menerapkan pendekatan mobilization strategy untuk mengantisipasi peluang (opportunity) dihadapkan tantangan/ancaman (threats) dari kondisi lingkungan stategis, yang merupakan kondisi internal.
 
Strategi yang akan dilaksanakan dalam pelaksanaan tugas di bidang penanaman modal adalah sebagai berikut:
1.       melakukan promosi melalui pameran dan media masa;
2.       melakukan identifikasi potensi ekonomi dan peluang investasi;
3.       pemberdayaan UMKM dan koperasi dalam investasi;
4.       meningkatkan daya saing para pengusaha daerah;
5.       perbaikan iklim penanaman modal;
6.       memberikan pelayanan perijinan penanaman modal secara prima.
 
Analisis lingkungan stratejik dilakukan dengan menggunakan alat analisis SWOT.  Analisis SWOT dilakukan terhadap kondisi internal dan eksternal Kantor Penanaman Modal, yang dianalisis adalah Strenght (kekuatan), Weak (kelemahan), Opportunity (peluang) dan Threat (ancaman/tantangan) yang akan di hadapi Kantor Penanaman Modal di masa yang akan datang.  Dari hasil analisis ini maka tujuan dan sasaran organisasi dapat direncanakan.  Berdasarkan analisis SWOT tersebut, maka diidentifikasikan beberapa faktor kunci keberhasilan, yang berfungsi untuk lebih memfokuskan strategi organisasi dalam rangka pencapaian tujuan dan misi organisasi secara efektif dan efisien.
 
FAKTOR INTERNAL
1.1.   Kekuatan (Strengths)
a).     Tersedianya sumber daya manusia Kantor Penanaman Modal
b).     Tingginya motivasi dan etos kerja personil Kantor Penanaman Modal.
c).      Adanya Sistem informasi Penanaman Modal
d).     Tersusunnya Cetak Biru (Master Plan) Pengembangan Penanaman Modal pada tahun 2010
1.2.   Kelemahan (Weaknesses)
a).     Kurangnya jumlah personil aparatur di Kantor Penanaman Modal
b).     Kurangnya kompetensi teknis yang dimiliki personil Kantor Penanaman Modal
c).      Belum adanya kebijakan insentif dibidang penanaman modal yang menjadi daya tarik investor
d).     Belum tersedianya hasil studi/ kajian kelayakan usaha (Pra FS/FS) komoditas unggulan
e).     Belum dilimpahkannya kewenangan perijinan di bidang penanaman modal dari Bupati ke Kantor Penanaman Modal
f).      Belum adanya pelayanan perijinan di bidang penanaman modal dalam satu pintu.
 
FAKTOR EKSTERNAL
2.1.   Peluang (Opportunities)
a).     Adanya peluang peningkatan kemampuan SDM Aparatur secara teknis dan fungsional melalui diklat/pelatihan-pelatihan
b).     Dibentuknya Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu baik perijinan daerah maupun perijinan di bidang penanaman modal
c).      Adanya bimbingan persiapan Sistem Pelayanan Informasi Perijinan Investasi Sistem Elektronik (SPIPISE) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
d).     Peningkatan pelayanan yang prima, cepat, mudah, murah, transparan dan memiliki akuntabilitas di semua unit kerja teknis yang terkait dengan penanaman modal
e).     Terjalinnya kerjasama dan komitmen yang terpadu antara komponen (stakeholder) yang terkait dengan penanaman modal
f).      Terdapatnya potensi sumber daya daerah Kabupaten Malang yang dapat ditawarkan kepada investor
 
2.2.   Ancaman (Threaths)
a).     Kurangnya pemahaman dan dukungan Instansi/ Unit Kerja teknis yang terkait dengan penanaman modal dan perijinan
b).     Tidak dilimpahkannya perijinan penanaman modal ke daerah bila belum memiliki Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
c).      Adanya kebijakan-kebijakan yang kurang mendukung dan memberatkan perkembangan investasi
d).     Kondisi stabilitas nasional yang tidak menentu.
 
 
·       KEBIJAKAN
Kebijakan yang ditempuh Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang dalam mewujudkan tujuan dan sasaran  organisasi adalah:
1.       Mengintensifkan kegiatan promosi di dalam dan luar negeri;
2.       Menyusun peluang investasi komoditi unggulan;
3.      Memperkenalkan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi kepada investor dan calon investor;
4.       Memperbaiki kebijakan penanaman modal;
5.       Memberikan insentif daerah kepada calon investor;
6.       Melaksanakan pelayanan perijinan penanaman modal satu pintu;
7.       Studi banding pelayanan investasi;
8.       Mensinergikan peluang investasi dan kebijakan daerah;
9.       Mengefektifkan promosi, pelayanan dan bimbingan pelaksanaan penanaman modal.
 
 
PROGRAM DAN KEGIATAN
 
·       PROGRAM
Program kerja operasional pada dasarnya merupakan upaya untuk implementasi kebijakan organisasi dan penjabarkan secara rinci tentang langkah-langkah yang diambil untuk menjabarkan kebijakan.  Dengan berdasarkan tugas pokok dan fungsi Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang, maka untuk menjabarkan dan mengimplementasikan kebijakan yang telah ditetapkan, dirumuskan dalam program kerja sebagai berikut:
1.       Program Peningkatan Iklim investasi dan Realisasi Investasi;
2.       Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi;
3.       Program Pelayanan Administrasi Perkantoran;
4.       Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur;
5.       Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.
 
·       KEGIATAN
Strategi implementasi perencanaan strategis setelah penetapan kebijaksanaan dan progam kerja organisasi adalah perumusan dan penetapan kegiatan atau aktivitas dominan dan vital guna pengukuran masing-masing organisasi.
 
Sebagaimana diketahui bahwa tujuan dan sasaran sebagai bagian dari perancanaan strategis adalah merupakan upaya untuk peningkatan kinerja organisasi.  Pencapaian kinerja akan dapat diukur dengan baik apabila terdapat satuan pengukuran secara jelas, yang dirumuskan dalam progam aksi dan dijabarkan kedalam aktivitas atau kegiatan Instansi Pemerintah yang disusun dengan dimensi waktu tahunan.
 
Dengan memperhatikan kriteria spesifik dan teratur sebagai standar keberhasilan yang berorientasi pada hasil yang akan dicapai dan dapat direalisasikan serta diimplementasikan dalam waktu relatif pendek, maka setiap progam kerja Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang diimplementasikan melalui beberapa kegiatan.
a.   Kegiatan dalam Program Peningkatan Iklim Investasi dan realisasi investasi :
(1)     Memfasilitasi dan koordinasi kerjasama di bidang investasi ;
(2)     Pengembangan sistem informasi penanaman modal;
(3)     Penyusunan Sistem Informasi Penanaman Modal di Daerah
(4)     Kajian Kebijakan Penanaman Modal.
 
b.   Kegiatan dalam Progam Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi adalah :
(1)     Peningkatan kegiatan pemantauan, pembinaan, dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal;
(2)     Penyelenggaraan pameran investasi;
(3)     Pengembangan potensi unggulan daerah;
(4)     Koordinasi perencanaan dan pengembangan penanaman modal;
(5)     Peningkatan koordinasi dan kerjasama di bidang penanaman modal dengan instansi pemerintah dan dunia usaha;
 
c.    Kegiatan dalam Program Pelayanan Administrasi Perkantoran adalah :
(1)    Penyediaan jasa surat menyurat;
(1)     Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik;
(2)     Penyediaan jasa administrasi keuangan;
(3)     Penyediaan jasa kebersihan kantor;
(4)     Penyediaan alat tulis kantor;
(5)     Penyediaan barang cetakan dan penggandaan;
(6)     Penyediaan komponen instalasi listrik/ penerangan bangunan kantor;
(7)     Penyediaan makanan dan minuman;
(8)     Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah.
 
d.   Kegiatan dalam Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur adalah :
(1)     Pengadaan perlengkapan gedung kantor;
(2)     Pemeliharaan rutin/berkala gedung;
(3)     Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/ operasional;
(4)     Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor.
 
e.   Kegiatan dalam Progam Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan adalah :
(1)     Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
(2)     Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran
(3)     Penyusunan Laporan Akhir Tahun
 
 
PENUTUP
 
Kita ketahui bersama bahwa investasi/penanaman modal adalah salah satu mesin penggerak pembangunan yang maupun meningkatkan pertumbuhan ekonomi.  Salah satu komponen penyusun pertumbuhan ekonomi adalah investasi selain nilai ekspor dan pengeluaran/belanja pemerintah.  Sebagai gambaran, adanya satu realisasi kegiatan investasi di satu sektor akan dapat memberikan efek penggandaan yang mampu menggerakkan aktifitas pada sektor-sektor yang lain seperti sektor infrastruktur, jasa, perdagangan dan lain-lain. 
 
Diperlukan adanya pemahaman yang sama terhadap pentingnya peran investasi/penanaman modal oleh semua pihak yang terkait (stekholder) dalam kegiatan penanaman modal.  Diawali dari dibentuknya Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 34 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi Tata Kerja Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang.Hal ini sudah menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang telah mempunyai komitmen terhadap pentingnya investasi/ penanaman modaldi Kabupaten Malang.  Selanjutnya diperlukan juga adanya pelimpahan wewenang dalam penyelenggaraan perijinan dan non perijinan di bidang penanaman modal dari Bupati Malang kepada Unit Pelayanan Terpadu Perizinan dan Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang sebagai dasar penyelenggaraan pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu di bidang penanaman modal dan pelaksanaan Sistem Pelayanan dan Informasi Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE).
 
Dibentuknya lembaga ini mempunyai cita-cita yang tertuang dalam visi dan misi Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang.  Visi dan misi yang telah ditetapkan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang merupakan unsur pendukung pemerintahan dibidang penanaman modal.  Gambaran yang ingin dicapai pada 5 (lima) tahun kedepan yaitu terwujudnya investasi yang berkesinambungan, ramah lingkungan dan mampu menggerakkan UMKM/Koperasi di Kabupaten Malang.
 
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, bersama seluruh unsur pendukung pemerintahan lainnya maka Kantor Penanaman Modal akan siap memberikan pelayanan prima.  Melalui berbagai arah kebijakan, strategi, program hingga implementasinya pada kegiatan setiap tahun diharapkan akan tercipta iklim investasi yang lebih menarik dan kondusif.  Terwujudnya iklim investasi yang menarik dan kondusif di Kabupaten Malang memperkuat daya saing dengan daerah lain dan daya tarik tersendiri bagi investor sehingga Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah tujuan utama investasi di Jawa Timur.

  File Dapat di Download di Menu Download

 


Last Update:29-10-2014 10:16