Rabu, September 19, 2018

 

BKPM Gandeng Polri, Jamin Keamanan Investor

  • Posted on:  Rabu, 21 September 2016 09:37
  • Written by 
Rate this item
(0 votes)

BKPM Gandeng Polri, Jamin Keamanan Investor  

Senin, 19 September 2016 | 17:26 WIB

 

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggandeng Kepolisian RI untuk menjamin keamanan dalam berinvestasi. Kepala BKPM Thomas Lembong berharap jaminan tersebut bisa menarik lebih banyak investor.

Thomas juga berharap kerja sama dengan Polri bisa membantunya mencapai target realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) 2016 sebesar Rp 594,8 triliun. "Target realisasi 2017 sebesar Rp 631,5 triliun juga diharapkan dapat tercapai," katanya di kantor BKPM, Jakarta, Senin, 19 September 2016.

BKPM dan Polri menandatangani pedoman kerja tentang koordinasi perlindungan dan keamanan bagi dunia usaha pada Senin, 19 September 2016. Perlindungan diutamakan diberikan kepada sepuluh wilayah dengan potensi investasi terbesar, yaitu Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.

Kepala Kepolisian Daerah dari kesepuluh wilayah tersebut turut hadir saat penandatanganan kerja sama. Mereka mendapat arahan langsung dari Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian untuk membantu investor menjalankan usahanya. Selain untuk menjaga kenyamanan investor di Indonesia, jaminan keamanan diharapkan bisa menarik minta investor lain.

Tito mengatakan jaminan keamanan yang diberikan bisa berupa bantuan saat demonstrasi, aksi mogok kerja, hingga tindakan premanisme. "Mulai dari preman beneran sampai preman berseragam," katanya.

Tito juga meminta sepuluh kapolda tersebut untuk langsung menjalin komunikasi dengan BKPM Daerah (BKPMD). Keduanya dapat langsung menginventarisasi masalah di lapangan sehingga bisa langsung ditangani.

Oleh : Vindry Florentin

Read 389 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Penghargaan